-=Selamat Datang di Giar Jovian Media=-

Anda baru disini?
Untuk melihat seluruh isi Website ini silahkan klik "Register" dibawah ini untuk mendaftar di Website ini!

Anda telah terdaftar disini?
Silahkan klik "Login" dibawah ini untuk masuk kedalam Website!
Terima Kasih!

Regard's,

:: Giar Jovian ::



 
IndeksCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
IKLAN
ads
Website Founder


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar

Share | 
 

 Temuan Arkeologis Lamongan Ibu Kota Airlangga

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ADMIN
COMMANDER
COMMANDER


Jumlah posting : 1689
Join date : 20.10.10
Age : 22
Lokasi : Lamongan
Pisces Dog

PostSubyek: Temuan Arkeologis Lamongan Ibu Kota Airlangga   21st January 2014, 9:39 pm

Temuan Arkeologis Lamongan Ibu Kota Airlangga

Lamongan (beritakota.net) – Sejumlah fakta
arkeologis yang bisa membuktikan Lamongan
sebagai salah satu ibu kota Kerajaan Airlangga
(Kahuripan) kemarin dipaparkan beberapa
akademisi pengetahuan budaya dan LSM di
Ruang Sabha Dyaksa Lamongan. Meski demikian masih terdapat sejumlah ketidaksepakatan
detail fakta dari paparan mereka. Hasil
pemetaan dan penelusuran jejak situs dan
prasasti Airlangga di Lamongan tersebut dibuka
Bupati Fadeli. Hadir sebagai pemateri adalah Agus Aris
Munandar dan Ninie Susanti, keduanya dari
Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Juga
Ketua Lembaga Studi dan Advokasi untuk
Pembaruan Sosial (LSAPS) Supriyo. Supriyo dalam kesimpulannya menyampaikan
banyak jejak arkeologi berupa prasasti
tersebar di Lamongan. Sehingga Lamongan
berpotensi untuk menjadi rujukan utama
penggalian sejarah Kerajaan Airlangga.
“Kemungkinan besar mampu membuktikan sebagai salah satu ibu kota Kerajaan Airlangga.
Itu berdasarkan fakta arkeologis yang ada. Yakni
Prasasti Pamwatan tahun 1042 masehi dan
Prasasti Terep tahun 1032 masehi, “ ungkap dia. Disebutkan olehnya, dari hasil penelusuran
LSAPS di lapangan, terdapat 30 prasasti di
Lamongan. Banyak prasasti itu sekarang hilang.
Diantaranya Prasasti Pamwatan, Garung dan
Prasasti Candisari. Ditambah lagi sebagian
besar prasasti yang ada dalam kondisi memprihatinkan. “Sehingga Pemda diharapkan
pro aktif melakukan perlindungan benda cagar
budaya sebelum sejarah besar Lamongan lenyap
tinggal cerita, “ katanya. Lebih lanjut, Agus dan Ninie sepakat bahwa
Lamongan adalah lokasi salah satu ibu kota
Kerajaan Airlangga. Sejumlah fakta memang
menunjukkan Keraton Airlangga berpindah
pindah karena diperkirakan kondisi politiknya
yang belum stabil. Sampai saat ini, Keraton Airlangga baik di Wwatan Mas, Kahuripan dan
Dahanapura belum dapat diketahui lokasinya
secara pasti. Agus cenderung sepakat dengan asumsi bahwa
keraton pertama Airlangga, yaitu Wwatan Mas
terdapat di wilayah Lamongan. Sementara
keratin terakhirnya, Dahanapura disamakan
dengan Daha, ibu kota wilayah Panjalu (saat ini
Kediri). “Fakta yang ada tipis untuk menunjukkan bahwa Wwatan Mas berlokasi di utara Gunung
Penanggungan. Justru dari Prasasti Wotan yang
ada di Dusun Wotan/Lamongan, kemungkinan
besar Wwatan Mas Airlangga berada di
Lamongan. Banyak laporan yang menyebutkan
serinngkali ditemukan artefak emas, arca, kertas emas tipis dan perhiasan di sekitar Dusun
Wotan, “ ungkap dia. Sementara Ninie justru menyebutkan
konsentrasi temuan prasasti setelah 964 saka
(Prasasti Pamwatan) yang isinya menyiratkan
keraton baru Airlangga, Dahana Pura, berada di
wilayah Kabupaten Lamongan. Yaitu terbanyak
ditemukan di wilayah Kecamatan Sambeng dan Ngimbang. Berdasar analisis distribusional
prasasti, dia percaya Kerajaan Airlangga mula-
mula berada di sekitar Surabaya, kemudian
berpindah ke wilayah lebih pedalaman di daerah
aliran Sungai Brantas dan Bengawan Solo akibat
serangan musuh. “Sebagian besar prasasti di Lamongan
ditemukan dalam kondisi sudah sangat aus,
sehingga sebagian prasasti batu yang ada di
Lamongan tidak dapat diketahui kronologi
waktunya. Namun beradasar analisis paleografi,
aksaranya diketahui dari masa pemerintahan Raja Airlangga, “ papar dia. Fakat lain di paparkan Supriyo terkait dengan
kelahiran Lamongan. Setelah kemunduran
Majapahit yang juga berimbas pada
kemunduran Perdikan Biluluk di Lamongan
Selatan, wilayah utara Lamongan justru
berkembang dengan lahirnya perdikan-perdikan Islam. Seperti Perdikan Sedayu, Drajat dan
Sedang Dhuwur. Perdikan Drajat pada tahun 1475 atau 1553 M
dipimpin oleh Sunan Drajat, keturuna Sunan
Ampel. Sementara Perdikan Sendang Dhuwur
pada tahun 1483/1561 M dipimpin Sunan Sendang
atau Raden Rahmat. Kemudian di periode yang
sama, di wilayah tengah, di Tumenggungan yang sekarang masuk wilayah Kota Lamongan
berkembang pemerintahan di bawah kendali
Rangga Hadi dengan gelar Tumenggung
Surajaya tahun 1569-1607 M. Wilayah ini masuk
kendali Kasultanan Giri. Pengangkatan Rangga
Hadi inilah yang sampai sekarang dijadikan dasar penentuan Hari Jadi Lamongan. (*/arif/
yan)

Sumber: http://www.beritakota.net/
index.php/2011/05/19/temuan-arkeologis-
lamongan-ibu-kota-airlangga/
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jovian.yours.tv
 
Temuan Arkeologis Lamongan Ibu Kota Airlangga
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: E-ducation :: Visit Lamongan-
Navigasi: