-=Selamat Datang di Giar Jovian Media=-

Anda baru disini?
Untuk melihat seluruh isi Website ini silahkan klik "Register" dibawah ini untuk mendaftar di Website ini!

Anda telah terdaftar disini?
Silahkan klik "Login" dibawah ini untuk masuk kedalam Website!
Terima Kasih!

Regard's,

:: Giar Jovian ::



 
IndeksCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
IKLAN
ads
Website Founder


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar

Share | 
 

 Asuhan Keperawatan dan Laporan Pendahuluan Adult Respiratory Distress Syndrom (ARDS)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ADMIN
COMMANDER
COMMANDER


Jumlah posting : 1689
Join date : 20.10.10
Age : 22
Lokasi : Lamongan
Pisces Dog

PostSubyek: Asuhan Keperawatan dan Laporan Pendahuluan Adult Respiratory Distress Syndrom (ARDS)   25th March 2014, 9:44 pm

KONSEP DASAR MEDIS
Definisi
ARDS ( adult respiratory distress syndrom) syndrom gawat nafas akud dewasa adalah bentuk kasus gagal nafas yang di tandai dengan hipoksemia dan infiltrat yang menyebar kedua belah paru.
Etiologi
ARDS terjadi apabila paru terjadi cedera secara langsung maupun tidak langsung oleh berbagai proses misalnya
Secara langsung:
· Aspirasi cairan lambung
· Inhalasi asap yang berlebihan
· Cedera dada yang langsung
· Konsentrasi tinggi (Fio2 lebih 50% yang lama lebih dari 48 jam)

Secara tidak langsung
· Syok hemorajik
· Tranfusi darah yang banyak
Patofisologi
Fase 1
· Cedera mengurangi aliran darah normal ke dalam paru-paru . Trombosit mengadakan agresi dan melepaskan histamin (H) serotonin (S) serta bradikinin (B)
Fase 2
· Substansi yang dilepaskan menimbulkan inflamasi dan kerusakan pada membran kapiler alveoli sehingga terjadi peningkatan permeabilitas kapiler kemudian cairan berpidah ke ruang interstisian. Membran kapiler alveolar dalam keadaan normal tidak mudah di tembus partikel –partikel tetapi dengan adanya cedera maka terjadi perubahan pada permeabilitas sehingga dapat di lalui cairan, sel darah merah, sel darah putih dan protein darah.
Fase 3
· Permeabilitas kapiler meningkat dan terjadi kebocorn protein serta cairan sehingga meningkatkan tekanan osmotik dan menimbulkan edema paru.
Fase 4
· Akan terjadi penurunan aliran darah dan cairan dalam alveoli akan merusak surfaktan dan merusak kemampuan sel untuk memproduksi lebih banyak surfaktan lagi. Kemudian terjadi kolaps alveoli yang merusak pertukaran gas
Fase 5
· Oksigenasi akan mengalami kerusakan tetapi CO2 mudah melewati membran alveoli dan di buang keluar melalui ekspirasi. Kadar O2 dan CO2 darah rendah
Fase 6
· Edema paru semakin bertambah parah dan inflamasi menimbulkan fibrosis. Pertukaran gas mengalami hambatan lebih lanjut.
Manifestasi klinik
Di tandai dengan adanya hipoksemia keregangan paru yang berkurang secara progresif, adanya dipsnea serta takipnea yang berat akibat hipoksemia dan bertambahnya kerja pernapasan yang disebabkan penurunan keregangan paru. Keragangan paru dan toraks yang normal secara bersamaan adalah sekitar 100 ml/cm H2O pada ARDS keregangan ini dapat turun hingga 15 -20 ml/cm H2O akibatnya timbul paru yang sukar berfentilasi.
Pemeriksaan penunjang
1. Foto rontgent dada
2. Pemeriksaan lab
3. Radiogram dada
Pengobatan
Tergantung klien dan proses penyakitnya
1. Pemberian inotropik agent (dopamine) fungsinya untuk meningkatkan curah jantung dan tekanan darah
2. Antibiotik untuk mengatasi infeksi
3. Kortikosteroid mengurangi respon inflamasi dan mempertahankan stabilitas membran paru
Komplikasi
Infeksi paru dan abdomen merupakan komplikasi yang sering di jumpai. Adanya edema paru, hipoksia alveoli , penurunan surfaktan akan menurunkan daya tahan paru terhadap infeksi. Komlikasi yang sering terjadi adanya penurunan curah jantung, pneumotoraks dan pnemomedistium. Hasil positif pada pasien yang sembuh dari ARDS paling mungkin kemampuan tim kesehatan untuk melindungi paru dari kerusakan lebih lanjut selama periode pemberian dukungan hidup, pencegahan toksisitas O2 dan perhatian pada penurunan sepsis.

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN ARDS
Asuhan Keperawatan pada kasus Gawat Darurat dengan pasien yang mengalami ARDS
A. PENGKAJIAN

1. Identitas pasien
· Nama : Ny .
· Umur :
· Jenis Kelamin :
· Status Perkawinan :
· Agama :
· Suku :
2. Keluhan utama yang sering menjadi alasan klien untuk meminta bantuan pelayanan kesehatan adalah adanya gejala neurologis yaitu :
·
· Distres pernafasan akut ; takipnea, dispnea , pernafsan menggunakan otot aksesoris pernafasan dan sianosis sentral.
· Batuk kering dan demam yang terjadi lebih dari beberapa jam sampai seharian.
· Riwayat Keluhan Utama
P : Nyeri
Q : Terus menurus
R : seluruh persendian, dada, dan perut
S : 4 (0-5)
T : saat beraktivitas

3. Riwayat kesehatan sekarang
· Kaji apakah kline sebelum masuk rumah sakit memiliki riwayat penyakit yang sama ketika kline masuk rumah sakit
· Riwayat kesehatan dahulu
Kaji apakah kline pernah menderita riwayat penyakit yang sama sebelumnya
· Riwayat pemakaian obat-obatan



B. PENGKAJIAN PRIMER
1. Airway ( Jalan Napas)
· Jalan nafas tidak normal
· Terdenganr adanya bunyi nafas ronci
· Tidak ada jejas badan daerah dada
2. Breathing
· Peningkatan frekuensi nafas
· Nafas dangakal dan cepat
· Kelemahan otot pernafasan
· Kesulitan bernafas (seanosis)
3. Cirkulation
· Penurunan curah jantung : Gelisa, letargi, takikardia
· Sakit kepala
· Pingsan
· Berkeringan banyak
· Pusing
· Mata berkunang-kunang
· Berkeringat banyak
4. Disability
· Dapat terjadi penurunan kesabaran
· Treage (merah)

C. PENGKAJIAN SEKUNDER
Ø Pengkajian fisik
· B1 (Breath):
o sesak nafas, nafas cepat dan dangkal, batuk kering, ronkhi basah, krekelshalus di seluruh bidang paru, stridor, wheezing.
· B2 (Blood):
o pucat, sianosis (stadium lanjut), tekanan darah bisa normal ataumeningkat (terjadinya hipoksemia), hipotensi terjadi pada stadium lanjut(shock), takikardi biasa terjadi, bunyi jantung normal tanpa murmur ataugallop.
· B3 (Brain):
o kesadaran menurun (seperti bingung dan atau agitasi), tremor.
· B4 (Bowel): -
· B5 (Bladder): -
· B6 (Bone):
o kemerahan pada kulit punggung setelah beberapa hari dirawat.

a. Pengelompokan data
· Data Subjejtif
¾ Klien mengeluh mudah lelah
¾ Klien mengatakan kurang mampu melakukan aktivitas
¾ Klien mengatakan ingin sempbuh dari penyakit
¾ Klien mengatakan takut akan kondisinya
¾ Klien mengatakan nafsu untuk makan kurang
¾ Klien mengatakn kesulitan untuk bernafas
¾ Klien mengatakan merasa sesak
· Data Objektif
¾ Peningkatan kerja nafas ( penggunaan otot pernafasan)
¾ Bunyi nafas mungkin ronci dan suara nafas bronkhial
¾ Nafas cepat
¾ Penurunan dan tidak seimbangnya ekspansi darah
¾ Adanya sputum encer, berbusa
¾ Ceanosis
¾ Ketakutan akan kematian
¾ Hipoksemia
¾ Hipotensi pada stadium lanjut
¾ Takikardi
¾ Kulit membran mukosa mungkin pucat atau dingin
¾ Klien nampak gelisa
¾ Kelemahan otot
¾ Mudah lelah saat beraktivitas

D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. gangguan pertukaran gas
2. ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan kelemahan otot-otot pernafasan
3. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan mukus berlebih




E. RENPRA
NO
TGL

DIAGNOSA KEPERAWATAN

NOC
Nursing outcomes clasification

NIC
Nursing intervention classification
1

Diagnosa : gangguan pertukaran gas berhubungan dengan membran kapiler alveoli ( 00030)
Label: domain 3 eliminasi dan pertukaran
Kelas: 4 fungsi pernafasan
Definisi kelebihan atau kekurangan oksigenasi atau eliminasi karbondioksida di membran kapiler alveolar
Batasan karakteristik :
Data Subyektif :
· Dispnea
Data Obyektif :
· sianosis
· hipoksia
· hipoksemia

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2 hari
Diharapkan klien dapat merasakan kenyamanan.
Dengan criteria hasil
· status pernafasan :pertukaran gas:pertukaran c02 dan o2 di alveoli untuk mempertahankan konfdentrasi gas darah alveoli

· bantuan ventilasi bantuan ventilasi :meningkatkan pola pernafasan spontan yang optimal dalam memaksimalkan pertukaran o2 dan co2 dalam paru
2

Diagnosa : ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan kelemahan otot-otot pernafasan ( 00032)
Label: domain 4 Aktivitas/istraha
Kelas: 4 respons kardiovaskular/pulmonal
Definisi :inspirasi dan/ atau ekspirasi yang tidak memberi ventilasi yang adekuat.
Batasan karakteristik :
Data Subyektif :
· Dispnea
Data Obyektif :
· Takipnea
· Penurunan tekanan inspirasi dan ekspirasi

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2 hari
Diharapkan klien dapat merasakan kenyamanan.
Dengan criteria hasil
· Status pernafasan : kepatenan jalan nafas :jalan nafas trakeobronkial bersih dan terbuka untuk pertukaran gas
· Status respirasi : ventilasi :pergerakan udara kedalam dan keluar paru


· Manjmen jalan nafas : mefasilitasi kepatenan jalan udara
· Pengisapanjalannapas : mengeluarkan secret jalannapasdengancaramemasukankateterpengisapkedalamjalannapas oral atautrakeapasien
· Bantuanventilasi:meningkatkanpolapernafasanspontal yang optimal sehinggamemaksimalkanpertukaranoksigendankarbondioksdadidalamparu
·
3

Diagnosa : Ketidak efektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan mukus berlebih (00031)
Label: domain 11 keamanan /perlindungan.
Kelas: 2. Cedera fisik . cedera atau bahaya pada tubuh
Definisi : ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi saluran pernafasan guna mempertahankan jalan nafas yang bersih
Batasan karakteristik :
Data Subyektif :
· Dispnea
Data Obyektif :
· Sputum berlebih


Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 2 hari
Diharapkan klien dapat merasakan kenyamanan.
Dengan criteria hasil
· Pengisapan jalan nafas mengeluarkan sekret dari jalan nafas dengan memasukan kateter pengisap jalan nafas oral dan atau trakea .
· Pencegahan aspirasi : tindakan personal untuk mencegah masuknya cairan dan partikel padat kedalam paru
Status pernafasan ventilasi: pergerakan udara masuk dan keluar paru.

· Manjmen jalan nafas : mefasilitasi kepatenan jalan udara
· Penganturan posisi: posisi pasien atau bagian tubuh pasien secara sengaja untuk memfasilitasi kesejatraan fisiologi dan psikologis.
Bantuanventilasi: meningkatkan pola nafas spontan yang optimal , yang memaksimalkan pertukaran oksigen dan carbon dioksigen dalam paru






















DAFTAR PUSTAKA

Krisanty , paula. (2009).
Asuhan Keperawatan Gawat Darurat.
Jakarta.Prof. Dr. Bakta, Made. I, SpSD(KHOM). (1999).
Gawat Darurat di bidang Penyakit Dalam.
Penerbit buku kedokteran. EGC. Jakarta .Carpenito,Lynda Juall. (2001).
Buku Saku Diagnosa Keperawatan .EGC. Jakarta.Hudak, Gall0. (1997).
Keperawatan Kritis. Pendekatan Holistik .Ed.VI. Vol.I. EGC. Jakarta.http/:
Asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien dengan ARDS
Kapitaselektakedokteran.fakultaskedokteran UI.jln salembaraya.jakarta(10430) jilid 2


Terakhir diubah oleh ADMIN tanggal 25th March 2014, 9:48 pm, total 2 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jovian.yours.tv
ADMIN
COMMANDER
COMMANDER


Jumlah posting : 1689
Join date : 20.10.10
Age : 22
Lokasi : Lamongan
Pisces Dog

PostSubyek: Re: Asuhan Keperawatan dan Laporan Pendahuluan Adult Respiratory Distress Syndrom (ARDS)   25th March 2014, 9:45 pm

Contoh Gambar Klien

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jovian.yours.tv
 
Asuhan Keperawatan dan Laporan Pendahuluan Adult Respiratory Distress Syndrom (ARDS)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: E-ducation :: Kumpulan ASKEP dan LP-
Navigasi: