-=Selamat Datang di Giar Jovian Media=-

Anda baru disini?
Untuk melihat seluruh isi Website ini silahkan klik "Register" dibawah ini untuk mendaftar di Website ini!

Anda telah terdaftar disini?
Silahkan klik "Login" dibawah ini untuk masuk kedalam Website!
Terima Kasih!

Regard's,

:: Giar Jovian ::



 
IndeksCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
IKLAN
ads
Website Founder


December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar

Share | 
 

 Studi Kasus Giar Jovian BAB 3

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ADMIN
COMMANDER
COMMANDER


Jumlah posting : 1689
Join date : 20.10.10
Age : 22
Lokasi : Lamongan
Pisces Dog

PostSubyek: Studi Kasus Giar Jovian BAB 3   16th April 2015, 11:33 am

BAB 3
TINJAUAN KASUS

Pada bab ini akan disajikan gambaran secara nyata tentang pelaksanaan proses asuhan keperawatan pada Tn. “M” di ruang Kenanga RSJ Dr. Radjiman Wediodinigrat Lawang.

3.1 Pengkajian
Tempat pengkajian yang dilakukan untuk melaksanakan proses asuhan keperawatan pada klien dengan kasus isolasi sosial di ruang Kenanga RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, pengkajian dilakukan pada tanggal 02 Pebruari 2015 jam 11.00 WIB.
3.1.1 Identitas Klien
Menurut status klien, Nama klien Tn. M, umur 70 tahun, alamat Batu, pekerjaan sebagai petani, Jenis kelamin laki – laki, agama Islam, pendidikan SD (Tamat), Diagnosa medis F.20.13 (Schizofrenia hebefrenik episode berulang) No. RM 081615, tanggal dirawat 09 Januari 2014. Dan menurut klien, Nama klien Tn. M, umur 70 tahun, alamat Kabupaten Malang Kota Batu, pekerjaan sebagai petani, agama Islam.




3.1.2 Alasan Masuk
1) Menurut Klien :
Klien mengatakan dia dibawa ke RSJ Lawang karena bertengkar dengan orang, saat ditanya ulang pasien tetap mengatakan hal yang sama.
Diagnosa Keperawatan : Resiko Perilaku Kekerasan
2) Menurut Status :
Dari status klien didapatkan Tn. “M” di rumah marah-marah kepada istrinya, klien sering membanting barang jika marah.
Diagnosa Keperawatan : Resiko Perilaku Kekerasan
3.1.3 Riwayat Penyakit Sekarang dan Faktor Prepisipitasi
Klien mengatakan sebelum dibawa ke RSJ Lawang, dirinya marah-marah akibat bertengkar dengan orang lain karena orang tersebut membeli kawat yang seharusnya seharga Rp. 105.000, tetapi dibeli dengan harga Rp. 10.000. Oleh karena itu klien tidak terima dan marah-marah kemudian klien diikat oleh keluarga dan dibawa ke RSJ Lawang.
Diagnosa Keperawatan : Resiko Perilaku Kekerasan
3.1.4 Faktor Predisposisi
1) Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ?
Klien mengatakan pernah mengalami gangguan jiwa tetapi klien tidak ingat waktunya kapan, namun klien masih ingat kalau ke RSJ sudah 4 kali.
Menurut status klien, klien pernah masuk RSJ pada Januari 2012, Juli 2013, Oktober 2014 dan Januari 2015.

2) Pengobatan sebelumnya
Pengobatan sebelumnya kurang berhasil. Klien mengatakan saat di rumah tidak minum obat secara rutin. Hal ini terbukti dari, klien saat di rumah memiliki tanda gejala gangguan jiwa sepeti marah-marah sendiri.
3) Aniaya fisik
Klien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit fisik dan klien menjawab tidak pernah saat ditanya riwayat penggunaan narkoba, penyalahgunaan psikotropika dan zat adiktif.
4) Riwayat Trauma
Klien mengatakan tidak pernah menjadi pelaku, korban maupun saksi dalam aniaya fisik, aniaya seksual, penolakan, kekerasan dalam rumah tangga, tindakan kriminal maupun usaha bunuh diri.
5) Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Klien mengatakan tidak memiliki pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan.
6) Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang gangguan jiwa
Diagnosa Keperawatan : Regimen Teraupetik Inefektif
3.1.5 Pemeriksaan Fisik (02 Pebruari 2015)
1) Keadaan umum
Composmentis, klien tampak tenang, kontak mata kurang dan duduk tampak nyaman saat pengkajian.

2) Tanda – tanda vital
TD :130/90 mmHg N :80 x/menit RR :20 x/menit S :36,5 0C
3) Ukuran
Ukuran BB sebelum masuk RS : 63 Kg TB : 163 cm
Ukuran BB sesudah masuk RS : 60 Kg
4) Keluhan fisik
Klien mengatakan tidak ada anggota badan yang sakit
3.1.6 Pengkajian Psikososial (Sebelum dan Sesudah sakit)
1) Genogram

Keterangan:
: Laki-laki : Meninggal dunia
: Perempuan : Paling dekat
: Orang yang tinggal serumah : klien
Penjelasan :
Klien mengatakan saat dirumah komunikasi dengan istrinya kurang baik. Klien merupakan anak kedua dari 5 bersaudara, saudara pertama adalah perempuan sudah meninggal, saudara ketiga adalah laki-laki juga sudah meninggal, saudara keempat dan kelima adalah laki-laki. Klien mempunyai satu istri dan satu anak perempuan dan sudah menikah. Klien mengatakan pengambil keputusan dalam keluarga adalah anak perempuannya.
Diagnosa Keperawatan : Koping Keluarga Inefektif
3.1.7 Konsep Diri
1) Citra Tubuh
Klien mengatakan tidak ada bagian tubuh yang tidak dia sukai.
2) Identitas Diri
Klien mengatakan namanya adalah Tn. “M”, Jenis kelamin laki-laki, usia 70 tahun dan beralamat di Batu.
3) Peran
Di rumah : dalam keluarga klien mengatakan sebagai suami.
Di rumah sakit : di rumah sakit klien mengatakan sebagai pasien RSJ Lawang yang mematuhi aturan yang ada di ruangan tetapi sebagian besar waktu dihabiskan di kamar dan digunakan untuk tiduran, serta mau melakukan aktifitas jika diperintah.
4) Ideal diri
Klien mengatakan ingin segera sembuh agar bisa meneruskan perkebunannya.
5) Harga diri
Klien mengatakan malu berinteraksi dengan orang lain karena malu dan malas.
Diagnosa Keperawatan : - Gangguan Konsep Diri Harga Diri Rendah
- Isolasi Sosial
3.1.8 Hubungan sosial
1) Orang yang berarti
Di rumah : Klien mengatakan orang terdekat adalah anaknya.
Di rumah sakit : Klien mengatakan orang terdekat adalah Tn.’S’ dan Tn.’Y’
2) Peran serta dalam kegiatan kelompok atau masyarakat
Di rumah : Klien selalu mengikuti aktivitas di kampungya
Di rumah sakit : Klien mengatakan tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan waktuya lebih banyak di buat tidur di kamar.
3) Hambatan dengan hubungan dengan orang lain
Klien mengatakan malas berbicara dan lebih sering berdiam diri di kamar dan tiduran di kamar.
Diagnosa Keperawatan : Isolasi Sosial
3.1.9 Spiritual
1) Nilai dan keyakinan
Klien mengatakan beragama Islam dan tahu TuhanNya adalah Allah SWT
2) Kegiatan ibadah
Klien mengatakan sholat lima waktu tetapi pada kenyataanya pasien jarang melakukan sholat
3.1.10 Status Mental
1) Penampilan
Penampilan klien terlihat rapi, rambut disisir, mengunakan pakaian yang sesuai dengan yang di tetapkan ruangan dan ganti baju sesuai yang ditentukan tetapi ganti baju jika diperintah oleh petugas serta memakai alas kaki sandal.
2) Pembicaran
Klien berbicara lambat, pelan dan singkat, saat ditanya klien menjawab pertanyaan yang diberikan, jawaban yang singkat dengan kalimat pendek. Klien berbicara jika diajak berbicara karena klien tidak mampu untuk memulai pembicaraan,
Diagnosa Keperawatan : Isolasi Sosial
3) Aktifitas motorik
Klien mengatakan sering menyendiri di kamar atau tiduran di tempat tidur, klien terlihat kadang duduk-duduk tetapi tidak ada interaksi, saat berkumpul dengan orang lain tidak pernah melakukan kegiatan seperti menyapu ruangan atau merapikan tempat tidur.
Diagnosa Keperawatan : Isolasi Sosial
4) Afek dan emosi
Afek : Datar, terbukti saat diajak bicara dan diajak bercanda klien hanya senyum setelah itu diam.
Emosi : Sedih, Klien mengatakan merasa kesepian dan sedih, klien ingin dijemput pulang, klien terlihat menyendiri, pandangan kosong.
Diagnosa Keperawatan : Isolasi Sosial
5) Interaksi selama wawancara
Klien kurang kooperatif hal ni di buktikan dengan mau berbicara kalau orang memulai berbicara duluan, saat wawancara dijawab dengan lambat dan suara pelan.
Diagnosa Keperawatan : Isolasi Sosial
6) Persepsi – Sensori
Klien mengaku tidak pernah mendengar atau melihat sesuatu yang tidak orang lain dengar atau lihat,dan pasien tidak pernah berbicara sendiri dan melihat sesuatu.
7) Proses Pikir
Arus Pikir : Koheren, Klien dapat menjawab dengan setiap pertayaan yang di ajukan oleh pengkaji sesuai dengan pertayaan yang di ajukan ,tetapi klien berbicara seperlunya saja
Isi Pikir : Pikiran isolasi sosial, Klien mengatakan lebih suka menyendiri, daripada berinteraksi dengan orang lain
Bentuk Pikir : Realistis, Terbukti bahwa pasien mengatakan sekarang berada di rumah sakit jiwa lawang
Diagnosa Keperawatan : Isolasi Sosial
8) Kesadaran
Kuantitatif : Kesadaran : composmentis , GCS: 4-5-6
Kualitatif : Limitasi, Hal ini di buktikan dengan klien membatasi dirinya dengan suka menyendiri dan diam saat diajak berbicara.
9) Orientasi
Tidak mengalami Disorientasi tempat waktu dan orang dibuktikan dengan klien saat ditanya, sekarang hari apa? Klien menjawab hari senin dan klien mengetahui bahwa dirinya berada di RSJ Lawang serta klien mengenal teman-temannya yang ada di ruangan.

10) Memori
Jangka panjang : Klien mampu menceritakan dulunya klien berkebun dan menjual hasil kebunnya
Jangka pendek : Klien mampu menyebutkan kegiatan yang di lakukan klien kemarin, seperti bangun tidur, mandi, makan serta senam pagi dan istirahat.
Saat ini : Klien mengatakan bahwa tadi pagi melakukan senam
11) Tingkat kosentrasi dan berhitung
Klien kurang mampu berkonsentrasi hal ini dibuktikan dengan saat ditanya jumlah keluarga berapa laki-laki dan berapa perempuan, klien terlihat kebingungan.
Diagnosa Keperawatan : Gangguan Proses Pikir
12) Kemampuan penilaian/mengambil keputusan
Baik,terbukti dari saat di tanya “ bapak apakah menyendiri itu baik ?” klien menjawab tidak baik .
13) Daya tilik diri
Klien menyadari bahwa dirinya di rawat di RSJ Lawang Malang untuk menjalani pengobatan terhadap penyakitnya.
3.1.11 Kebutuhan Persiapan Pulang
1) Makan
Klien makan secara mandiri, memakai sendok dan klien mengatakan makan 3 kali sehari.

2) BAB /BAK
Klien mengatakan BAB/BAK secara mandiri di toilet, tidak mengompol dan tidak memerlukan bantuan.
3) Mandi
Klien mengatakan mandi sendiri tanpa bantuan, klien mandi 2x sehari memakai sabun dan dibilas, klien kadang mandi tanpa disuruh dan kadang harus disuruh.
4) Berpakaian /berhias
Klien mengatakan mampu berpakaian mandiri tanpa bantuan.
5) Istirahat Tidur
Klien mengatakan tidur siang pukul 12.30-15.00 dan tidur malam pukul 20.00-05.00 . aktivitas sebelum dan sesudah tidur adalah cuci tangan dan kaki serta merapikan tempat tidur.
6) Penggunaan obat
Klien mengatakan minum obat secara sendiri, sesuai jadwal. Di siapkan oleh perawat dan di minum sendiri. Sesuai 5B (benar obat, benar pasien, benar dosis, benar cara, benar waktu).
7) Pemeliharaan kesehatan
Klien mengatakan rutin minum obat dan tidak mengalami masalah dalam perawatan kesehatan, karena selama di rumah sakit klien memiliki sistem pendukung yaitu perawat, dokter, mahasiswa.
8) Aktivitas dalam rumah
Klien mengatakan di rumah bekerja sebagai petani.
9) Aktivitas diluar rumah
Klien mengatakan akan meneruskan usaha perkebunannya.
3.1.12 Mekanisme Koping
Klien mengatakan saat mengalami masalah, klien lebih sering diam dan tidak meluapkan dengan marah - marah karena menghabiskan tenaga.
Diagnosa Keperawatan : Koping Individu Inefektif
3.1.13 Masalah Psikososial dan Lingkungan
1) Masalah dengan dukungan kelompok
Klien mendapat dukungan keluarga
2) Masalah hubungan dengan lingkungan
Klien lebih suka menyendiri, tidak banyak bicara dan tidak mau memulai pembicaraan
Diagnosa Keperawatan : Isolasi Sosial
3) Masalah dengan pendidikan
Klien tidak ada masalah dengan pendidikan karena klien tidak sekolah
4) Masalah dengan pekerjaan
Klien tidak ada masalah dengan pekerjan karena tidak bekerja sejak sakit
5) Masalah dengan perumahan
Klien tidak mengalami masalah dengan tempat tinggalnya
6) Masalah dengan ekonomi
Klien tidak mengalami masalah dengan ekonominya
7) Masalah dengan masalah kesehatan
Tidak ada masalah, Klien mengatakan bahwa pelayanan di RSJ sangat bagus
3.1.14 Pengetahuan kurang tentang kesehatan
Klien mengatakan tidak tahu tentang obat-obatan, saat ditanya obat apa yang diminum, klien menjawab tidak tahu, klien hanya menjawab “saya minum obat warna putih”.
3.1.15 Aspek Medis
Diagnosa medik : Schizofrenia Hebefrenik Episode Berulang (F20.13)
3.1.16 Terapi Medik :
1. Tablet Risperidone 2mg ½ – 0 – ½
2. Tablet Merlopam 2mg 0 – 0 – ½
3. Tablet THD 2mg ½ - 0 – ½

3.2 Diagnosa Keperawatan
3.2.1 Daftar Diagnosa Keperawatan yang Muncul
1. Isolasi Sosial
2. Resiko Perilaku Kekerasan
3. Regiment Teraupetik Inefektif
4. Koping Individu Inefektif
5. Koping Keluarga Inefektif
6. Gangguan Proses Pikir
7. Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
3.2.2 Prioritas Diagnosa Keperawatan
1. Isolasi sosial

3.2.3 Pohon Masalah
Effect Resiko Perilaku Kekerasan

Core problem Isolasi Sosial Gangguan Proses
Pikir

Cause Harga Diri Rendah

Koping individu Inefektif Koping keluarga inefektif
Regiment Teraupetik














3.2.4 Analisa Data
Tabel 3.1 Analisa data pada Tn. M dengan Isolasi Sosial di ruang Kenanga RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang (2015)
NO TGL/ JAM ANALISA DATA MASALAH
1 02 Feb 2015
12.10 DS :
- Klien mengatakan malas berbicara dan lebih sering berdiam diri di kamar dan tiduran di kamar
- Klien mengatakan tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan hanya berdiam diri dikamar tiduran.

DO :
- Klien lebih suka sendiri,tidak banyak bicara dan tidak mau memulai pembicaraan
- Bicara klien pelan
- Kontak mata kurang
- Klien menjawab dengan singkat saat diwawancarai
- Klien sering tidur di kamar disbanding mengobrol dengan teman-temannya Isolasi sosial
2 02 Feb 2015
DS:
Klien mengatakan dia dibawa ke RSJ Lawang karena bertengkar dengan orang

DO: - Resiko Perilaku Kekerasan
3 02 Feb 2015
DS :
Klien mengatakan saat dirumah tidak minum obat secara rutin

DO :
- Klien masuk RSJ 4 kali Regimen Teraupetik Inefektif












STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Masalah : Isolasi Sosial
Pertemuan : Hari ke I
Hari/ tanggal : Senin, 02 Februari 2015
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien
Ds: Klien mengatakan malas berinteraksi dengan orang lain.
Do: - Klien terlihat menyendiri di tempat tidur
- Kontak mata kurang
2. Diagnosa keperawatan
Isolasi Sosial
3. Tujuan khusus
Tuk 1: Klien dapat membina hubungan saling percaya
Tuk 2: Klien dapat mengerti penyebab isolasi sosial: menarik diri
Tuk 3: Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
Tuk 4: Klien dapat melaksanakan hubungan sisial secara bertahap.
Tuk 5: Klien mampu mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain.
Tuk 6: Klien mendapat dukungan keluarga dalam memperluas hubungan sosial.
Tuk 7: Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik.

4. Tindakan keperawatan Sp I
1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial pasien
2. Berdiskusi dengan pasien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain.
3. Berdiskusi dengan pasien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain.
4. Mengajarkan pasien cara berkenalan dengan satu orang.
5. Menganjurkan pasien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.
B. Strategi komunikasi dan pelaksanaan
1. Orientasi
1) Salam terapeutik
“Selamat pagi, boleh saya berkenalan dengan bapak? Nama saya Giar, saya mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Lamongan yang sedang praktik disini dari pukul 15.00 sampai pukul 18.00 WIB. Kalau boleh saya tau bapak namanya siapa? Dan Senang di panggil apa?
2) Evaluasi/ Validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bagaimana tidurnya tadi malam? Ada keluhan atau tidak?’’
3) Kontrak
1. Topik: “Apakah bapak tidak keberatan mengobrol dengan saya? Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang penyebab bapak kurang suka bergaul dengan orang lain, serta keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain”.
2. Tempat: “Bapak ingin bercakap-cakap dimana? Bagaimana kalau di kursi depan?”
2. Waktu: “Bapak ingin bercakap-cakap berapa lama? Bagaimana kalau 15 menit?”
2. Kerja
“Bapak dirumah tinggal bersama siapa?”
“Siapa yang paling dekat dengan bapak ? mengapa bapak dekat dengannya?”
“Siapa yang jarang bercakap-cakap dengan bapak?
“Apa yang membuat bapak tidak suka berteman? Atau bercakap-cakap dengan klien lain?”
“Apakah bapak sudah mengerti keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain?”
“Apakah bapak sudah tau cara berkenalan?”
3. Terminasi
a) Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah kita berdiskusi mengenai penyebab, kerugian dan kekurangan tidak bergaul dengan orang lain?”
b) Evaluasi Objektif
“Bisakah bapak menceritakan kembali tentang penyebab, kerugian, dan keuntungan bergaul dengan orang lain?

c) Rencana tindak lanjut
“Bagaimana bapak apakah ingin belajar mangenai cara-cara bergaul dengan orang lain.
d) Kontrak yang akan dating
Topik: “Bagaimana kalau besok kita belajar mengenai cara-cara bergaul seperti berkenalan dengan orang lain pak?”
Tempat: “Dimana kita akan bercakap-cakap?”
Waktu:”Bapak inginnya jam berapa? Bagaimana kalau jam 09.00?”
















Implementasi dan Evaluasi
Nama : Tn. M Dx. Medis : F20.13
No.RM : 0816xx Ruangan : Kenanga
Tanggal Dx. Keperawatan Implementasi Evaluasi TTD
02/02/15 Isolasi Sosial SP I
1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial pasien
2. Berdiskusi dengan pasien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain.
3. Berdiskusi dengan pasien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain.
4. Mengajarkan pasien cara berkenalan dengan satu orang.
5. Menganjurkan pasien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.
S :
- “ istri saya”
- “ anak saya“
- “ malas”
- “ Belum”
- “ Belum”
O :
- Klien menyendiri
- Klien tidak pernah mengajak bicara ke orang lain
- Kontak mata kurang
A : SP 1 pasien teratasi sebagian point 1, 2, dan 3
P : Lanjutkan SP 1 pasien pont 4,5



















STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Masalah : Isolasi Sosial
Pertemuan : Hari ke II
Hari/ tanggal : Rabu, 04 Februari 2015
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien
Ds: Klien mengatakan dulu marah-marah sehingga dibawa ke RSJ Lawang.
Do: - Klien tidak mau memulai pembicaraan kalau tidak ditanya.
- Kontak mata kurang.
2. Diagnosa keperawatan
Isolasi Sosial
3. Tujuan khusus
Tuk 2: Klien mampu menyebutkan penyebab isolasi sosial: menarik diri
Tuk 3: Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
4. Tindakan keperawatan SP I
1) Mengajarkan pasien cara berkenalan dengan satu orang.
2) Menganjurkan pasien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan hari ini.
B. Strategi komunikasi dan pelaksanaan
1. Orientasi
1) Salam terapeutik
“Selamat pagi pak”.
2) Evaluasi/ Validasi
“Bagaimana perasaan bapak sekarang?”
3) Evaluasi Fokus
“Apakah bapak sudah mencoba cara berkenalan dengan orang lain?
4) Kontrak
Topik: “Pak “M” masih ingat apa yang akan kita diskusikan sekarang?
Sesuai kesepakatan kita kemarin sore, sekarang kia akan latihan cara berkenalan dengan orang lain”.
Tempat: “Dimana kita akan bercakap-cakap? Bagaimana kalau diruang tamu?”
Waktu: “Berapa lama kira-kira bias mengobrol pak?Bagaimana kalau 15 menit?”
2. Kerja
“Nah sesuai dengan janji saya kemarin, sekarang saya akan mengajari bapak cara berkenalan dengan orang lain”.
“Pertama ucapkan salam pak ya misal “Selamat pagi”, lalu tanyakan nama seperti yang saya contohkan ini “Pak perkenalkan, nama saya Giar, saya dari mahasiswa Akper lamongan, begitu ya pak coba besok bapak peragakan dengan berkenalan sama temannya, besok akan saya tanya minimal 1 orang ya pak.



3. Terminasi
a) Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah mengobrol tadi pak? Bapak merasa senang tidak dengan latihan tadi?”
b) Evaluasi Objektif
“Setelah kita mengobrol tadi, panjang lebar sekarang coba bapak simpulkan pembicaraan kita tadi? Coba bapak peragakan dengan teman saya tentang cara berkenalan.”
c) Kontrak yang akan dating
Topik: “Bagaimana kalau kita besok belajar mempraktekan cara berkenalan dengan satu orang.”
Tempat: “Dimana kita besok akan bercakap-cakap?”
Waktu: ”Bapak inginnya jam berapa? Bagaimana kalau jam 09.00. Sampai jumpa besok…”









Implementasi dan Evaluasi
Nama : Tn. M Dx. Medis : F20.13
No.RM : 0816xx Ruangan : Kenanga
Tanggal Dx. Keperawatan Implementasi Evaluasi TTD
04/02/15 Isolasi Sosial SP I
4. Mengajarkan pasien cara berkenalan dengan satu orang.
5. Menganjurkan pasien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.
S :
- “ iya”
- “ nama saya pak M berasal dari Batu“
O :
- Klien menyendiri
- Kontak mata kurang
A : SP I teratasi
P : Lanjutkan SP 1I









STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Masalah : Isolasi Sosial
Pertemuan : Hari ke III
Hari/tanggal : Kamis, 05 februari 2015
A.Proses keperawatan
1. Kondisi klien
Ds: Klien mengatakan tidak memikirkan apa-apa
Do: - Klien sedang duduk di depan ruangan sambil melamun
- Kontak mata kosong
2. Diagnosa keperawatan
Isolasi Sosial
3. Tujuan khusus
Tuk 4 : Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap
4. Tindakan keperawatan SP II
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. Memberikan kesempatan kepada pasien memperaktekan cara berkenalan dengan satu orang
3. Membantu pasien memasukan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian
B. Strategi komunikasi dan pelaksanaan
1. Orientasi
1). Salam terapeutik
“Selamat sore pak, apakah anda masih ingat dngan saya?”
2). Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bagaimana tidurnya semalam, apakah ada keluhan pak?
3). Kontrak
Topik : ”Apakah bapak tidak keberatan ngobrol dengan saya lagi pak?
“Apakah bapak masih ingat apa yang akan kita bicarakan nanti?”
Waktu : ”Berapa lama kira-kira bisa mengobrol pak? Bagaimana kalo 10 menit)”
Tempat: ”Dimana kita akan bercakap-cakap? Bagaimana kalau di ruang tamu ?”
2. Kerja
“Bagaimana pak apakah bapak sudah bisa berkenalan dengan teman bapak?”
“Sekarang cobak bapak praktekan dengan cara bapak?
“Bagaimana perasaan bapak setelah berinteraksi dengan orang lain”.
“nah,besok cobak bapak peraktekan lagi maksimal 2 orang ya pak”
3. Terminasi
a) Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah kita berkenalan tadi?”
b) Evaluasi/validasi
“Bisakah bapak belajar berinteraksi lagi dengan teman-teman lainya “


c) Rencana tindak lanjut
“Bagaimana pak, apakah bapak ingin memasukan kegiatan berbincag-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.
d) Kontrak yang akan datang
Topik : ”Bagaimana kalau besok kita belajar lagi untuk berkenalan dengan 2 orang/lebih”
Tempat: ”Dimana kita akan bercakp-cakap?bagaiman akaloau diruang tamu?”
Waktu : ”Bapak inginya jam berapa? Bagaimana kalau jam 11.00?














Implementasi dan Evaluasi
Nama : Tn. M Dx. Medis : F20.13
No.RM : 0816xx Ruangan : Kenanga
Tanggal Dx. Keperawatan Implementasi Evaluasi TTD
05/02/15 Isolasi Sosial SP II
1. mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
2. memberikan kesempatan kepada pasien memperaktekan cara berkenalan dengan satu orang
3. membantu pasien memasukan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian S :
- “ iya”
- “ nama saya pak M berasal dari Batu“
- “ senang”
O :
- Klien menyendiri
- Kontak mata kurang
- Klien mempraktekan dengan berjabat tangan dan menyebutkan nama.
A : SP II teratasi sebagian point 1 dan 2
P : Lanjutkan SP 1I
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
Masalah : Isolasi Sosial
Pertemuan : Hari ke IV
Hari/tanggal : Jum’at, 06 feb 2015
A.Proses keperawatan
1. Kondisi klien
Ds: Klien mengatakan habis ngepel ruangan
Do:- Klien duduk di samping ruangan menghadap ke utara
- Klien melamun dengan pandangan kosong
2. Diagnosa keperawatan
Isolasi Sosial
3. Tujuan khusus
Tuk 4: Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap
4. Tindakan keperawatan SP II dan III
1. Membantu pasien memasukan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.
2. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
3. Memberikan kesempatan kepada klien berkenalan dengan 2 orang/ lebih.
4. Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kagiatan jadwal harian.
B. Strategi komunikasi dan pelaksanaan
1. Orientasi
1). Salam terapeutik
“Selamat pagi pak ‘M’!
2). Evaluasi /Validasi
“Bagaimana perasaan bapak sekarang?”
3). Evaluasi fokus
“Bapak sudah berkenalan dengan berapa orang pak?”
4). Kontrak
Topik: ”Apakah bapak tidak keberatan berbincang-bincang dengan saya?”
Waktu: ”Berapa lama kira-kira bisa mengobrol pak? Bagaimana kalau 13 menit?
Tempat: ”Diman kita akan bercakap-cakap? Bagaiman kalau di ruang tamu?”
2. Kerja
“Bagaimana pak apakah bapak sudah melakukan kegiatan harian seperti biasanya pak ?”
“Bagaiman pak perasaan bapak setelah berinteraksi dengan orang lain”
“Sudah berapa orang yang bapak kenal”
“Nah, besok coba bapak sering-sering berinteraksi dengan orang lain pak ya”
3. Terminasi
a) Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan bapak debgan obrolan tadi pak?
b) Evaluasi/validasi
“Nah bisakah bapak belajar berinteraksi lagi dengan teman-teman lainya”
c) Kontrak yang akan datang
Topik: ”Bagaimana kalau besok kita belajar lagi pak?”
Tempat: ”Dimana kita akan bercakap-cakap
Waktu: ”Bapak bisanya jam berapa? Bagaimana kalau jam 10.00 wib.



















Implementasi dan Evaluasi
Nama : Tn. M Dx. Medis : F20.13
No.RM : 0816xx Ruangan : Kenanga
Tanggal Dx. Keperawatan Implementasi Evaluasi TTD
05/02/15 Isolasi Sosial SP II dan III
1. membantu pasien memasukan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.
2. Membantu pasien memasukan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.
3. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
4. Memberikan kesempatan kepada klien berkenalan dengan 2 orang/ lebih.
5. Menganjurkan pasien memasukan dalam jadwal kagiatan jadwal harian. S :
- “ iya”
- “ senang“
- “ dua orang teman sekamar”
O :
- Klien menyendiri
- Kontak mata baik
- Klien mempraktekan dengan berjabat tangan dan menyebutkan nama.
A : SP II pasien teratasi, SP III teratasi sebagian point 4
P : Lanjutkan SP III pasien point 2,3,5




Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jovian.yours.tv
 
Studi Kasus Giar Jovian BAB 3
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: E-ducation :: Kumpulan ASKEP dan LP-
Navigasi: