-=Selamat Datang di Jovian University Est.1999=-

Anda baru disini?
Untuk melihat seluruh isi Forum ini silahkan klik "Register" dibawah ini untuk mendaftar di forum ini!

Anda telah terdaftar disini?
Silahkan klik "Login" dibawah ini untuk masuk kedalam Forum!
Terima Kasih!

Regard's,

:: Giar Jovian ::



 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
IKLAN
ads
Website Founder


August 2014
MonTueWedThuFriSatSun
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
CalendarCalendar
Support By :
Share | 
 

 Bab II Sistem Pencernaan [Analogi Fisiologi]

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ADMIN
COMMANDER
COMMANDER


Jumlah posting: 1456
Join date: 20.10.10
Age: 20
Lokasi: Lamongan
Pisces Dog

PostSubyek: Bab II Sistem Pencernaan [Analogi Fisiologi]   20th September 2012, 7:37 am

[center]BAB II


SISTEM PENCERNAAN MAKANAN


[/center]


2.1 Pengertian


Saluran
pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan
mempersiapkannya untuk di sera oleh tubuh degn jalan proses pencernaan
(pengunyahan, penelanan da pencernaan) dengan enzym dan zat cair yang
terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus.



2.2 Fungsi
Sistem Pencernaan Makanan



Fungsi primer
saluran pecernaan adalah menyediakan suplai terus menerus pada tubuh akan air,
lektrolit dan zat gizi
,sehingga
siap diabsorpsi. Selama dalam proses pencernaan, makanan dihancurkan mnjadi
zat-zat sederhana yang daat diserap dan digunakan oleh sel jarngan ubuh. Beraga
perubahan sifaat akanan terjadi arena kerja berbagai enzim
yang terkandung dalam berbagai cairan
pencerna. Setiap caira zat ini mempunyai tugas khusus menyaring dan bekerja
atas satu jenis makanan dan tidak empunyai pengaruh terhadap jenis lainnya.



Beberapa pengertian
secara umum mengenai proses pencernaan adalah sebagai berikut:



2.2.1 Ingesti


Ingesti adalah
masuknya maknaan kedalam mulut disini terjadi proses pemotongan dan
penggilingan makanan yang dlakukan secara mekanik oleh gigi.



2.2.2 Peristalsis


Peristalsis dalah gelombang kontraksi
otot polos involunter yang

menggerakkan
makanan tertela melaluisauran pencernaan.






2.2.3 Dingesti


Dingesti adalah hidrolisis kimia (penguraian)
moekul bsar menjadi olekul kecil sehingga absorbsi dapat berlangsung.






2.2.4 Egesti


Egesti (defekasi)
adalah proses eleminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna, juga bakteri, dalam
bentuk feses dari saluran pencernaan.



2.2.5 Absorbsi


Absorbsi adalah pergerakan produk akhir
pencernaan dari lumen saluran pencernaan kedalam sirkulasi darah dan limfatik
sehingga daat digunakan oleh sel–sel tubuh.









2.3
SUSUNAN SALURAN
PENCERNAN SECARA UMUM



Saluran pencernaan
makanan secara umum terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut. Mulit – pharynx
(tekak) – oesophagus (kerongkongan) – ventrikulus / gaster (lambung) – usus
halus – colon (usus besar) – anus.






[center]
[/center]


2.3.1 Mulut
(Oris)



Mulut merupakan
jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang brfungsi
dalam proses awal pecernaan.



Secara umm mulut terdii
atas 2 bagian, yaitu :



·
Bagian luar yang sempit (vestibula),
yaitu ruang diantara gusi, gigi, bibir dan pipi.



·
Bagian
rongga mulut (bagian dalam),yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh
tulang maksilaris, palatum, dan mandibulris disebelah belakang bersambung dengan faring.



Selaput lendir mulut ditutupi epitelium yng
berlais-aps, dibawahnya terletak kelenjar-kelenjar haus yang mengeluarkan
lendir, selaput ini kaya aka pembuluh darah dan juga memuat banyak ujung akhir
saraf sensoris. Disebelah luar mulut ditutupi oleh kulit dan disebelah dalam
dittupi oleh selaput oleh selaput lendir (mukosa).



[center]
[/center]





Dimulut
ada beberapa bagian yan
g
perlu diketahui yaitu
antara lain :



2.3.1.1
Palatum





Palaum terdiri atas 2
bagian yaitu:



·
Palatum Durum


Palatum Durum (palatum
keras), yang ersususn atas tajuk- tajuk palatum dari sebelah depan ulang
maksilaris dan lebih kebelakang terdiri darri 2 tulang palatum
.


·
Palatum Mole


Palatum Mole (palatum lunak), terletak dibelakang yang merupakan lipatan
meenggantung yang dapat brgerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput
lendir.






2.3.1.2
Rongga mulut





·
Gigi



Manusia memiliki 2 sususnan 2
susunan gigi 2 yaitu gigi primer dan gigi sekunder.



- Gigi primer, dimulai dari ruang diantara
dua gigi depan yang terdiri dari dua
gigi seri, satu taring, dua geraham (molar), dan untuk total keseluruhan 20
gigi.



- Gigi sekunder, terdiri dari dua gigi
seri, satu taring, dua premolar (bicuspid) dan tiga geraha (tricuspid) untuk total keseluruhan 32
buah.



Juga gigi ada 2 (dua) macam, yaitu:


-
Gigi
sulung, mulai tumbuh pada anak-annak umur 6 – 7 bulan
.


-
Gigi
tetap (gigi permanen) tmbuh pada uur 6 – 18 tahun jumlahnya 32 buah.



Fungsi gigi adalah dalam proses mastikasi (pengunyaan). Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi
bagian – bagian kecil dan bercampur dengan saliva
untuk membentukbolus makanan yang
dapat ditelan
.


·
Lidah

lidah berfungsi untuk menggerakkan makanan saat dikunyah atau ditelan. Selain
itu juga untuk pengecapan dan produsi wicara. Lidah terdiri dari otot serat
lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, dilekatkan pada freulum lingua. Dibagian belaakang pangkallidah terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup
jalan nafas pada waktu kita menean makanan, supaya makanan jangan masu ke jalan
nafas. Kerja tot lid
ah
ini dapat digerakkan atas 3 bagian, yaitu:



-
Radis lingua =
pangkal lidah


-
Dorsum lingua =
punggung
lidah



-
Apeks lingua = ujung
lidah



Pada
lidah tedapat indera peraba dan perasa:



-
Asin,
dibagian lateral lidah



-
Manis,
dibagian ujung dan anterior lidah



-
Asam,
dibagian lateral lidah



-
Pahit,
dibagian belakang lidah






2.3.1.3
Kelenjar ludah


Merupakan kelenjar yang
memunyai duktus yang bernama duktus wartoni dan duktus stesoni. Kelenjar ini mensekresi salifa kedalam rongga oral. Kelenjar ludah (salifa) dihasilkan didalam rongga muut, yan disarafi oleh
saraf-saraf tak sadar.



Disekitar rongga mulut
terdapat 3 buah kelenjar ludah yaitu:



·
Kelenjar
parotis, letaknya di bawah depan dari
telinga diantara prosesus mastoid
kiri dan kanan os mandibular,
duktusnya duktu stensoni



·
Kelenjar
sub maksilars (sub andibular),
terletak di bawah rongga uut bagia belakang, duktusnya bernama duktus wartoni, bermuara di rongga mulut
dekat dengan frenulum lingua. Ukuran
kurang lebih sebesar kacang kenari



·
Kelenjar
sub lingualis, letaknya di bawah
selaput lendir dasar rongga mulut bermuara didasar mulut.



Fungsi
saliva:



a.
Memudahkan
makanan utuk dikunyah oleh gigi dan dibentuk menjadi bolus, yaitu gumpalan yang siap untuk ditelan sehingga terjadi
pelarutan makanan secara kimia



b.
Memperthankan
bagian mulut dan lidah tetaplembab atau basah sehingga memudahkan lidah
bergerak saat bicara



c. Mengandung ptyalin atau amilase,
yaitu suatu enzim yang mengubah zat
tepung menjadi maltosa dan polisakaridaa



d.
Sebagai
zat buangan seperti asam urat dan urea, serta berbagai zat lain seperti
obat, virus,dan logam dieksresi kedalam
saliva



e.
Sebagai
zat antibakteri dan antibody yang berfungsi untuk membersihkan rongga oral dan
membantu memelihara kesehatan oral serta mencegah kerusakan gigi.



Kendali syaraf
pada salifa



Aliran saliva dapat dipicu melalui stimulus psikis
(pikiran akan makanan), mekanis (keberadaan makanan), atau kimiawi (jenis
makanan). Stimulus di bawah melalaui serabut aferon dalam syaraf cranial V,
VII, Ixdan X menuju nuclei salivatori inferior dan superior dalam medulla.
Semua kelenjar saliva dipersyarafi serabut simpatis dan parasimpatis.



Komposisi saliva


Saliva trutama terdiri dari sekresi serosa, yaitu 98%
air dan mengandung enzim amilase serta berbagai jenis ion
(natrim,klorida,bikarbonat, dan kalium,juga sekresi mocus yang lebih kenta dan
lebih sedikit yang mengadung glikoprotein (musn), ion dan air.





















2.3.2
Faring


Merupakan organ yang
meghubungkn rongga mulut dnan kerongkonga (osefagus).
Didaam lengkung faring trapat tonsil
(amande) yaitu kumplan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit dan
merupakan pertahanan terhadap infeksi. Disini terletak bersimpanagn antara
jalan nafas dan jalan makanan yang terletak dibelakang rongga mulut dan rongga
hidug, didepan ruas tulang belakang.



[center]
[/center]


Makanan melewati epiglotis lateral melalui ressus
priformis masuk keosefagus tanpa membahayakan jalan udara. Gerakn menelan
mencegah masuknya makanan ke jalan udara pada waktu yang sama jalan udara
ditutup sementara. Permulaan, otot mulut dan lidah kontraksi secara bersamaan.









2.3.3
Oesofagus


Merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan
lambung, panjang sekitar 8 – 25 cm dengan diameter 2,54 cm, mulai dari faring
sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung. Esofags berawal pada area
laringofaring, melewati diafragma dan hiatus esofagus. Esofagus terletak di
belakang trakea dan di depan tulang punggung setelah melalui toraks menembus
diafragma masuk ke dalam abdomen myambung denagn lambung.



Lapisan terdiri dari 4
lapis yaitu mucosa, submucosa,otot (longitudinal dan sirkuler), dan jaringan
ikat renggang. Makanan atau bolus berjalan dalam oseofagusmemproduksi sejumlah
besar mucus untuk melumasi dan melndungi esofagus tetapi esofagustidak
memproduksi enzim pencernaan.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jovian.yours.tv
ADMIN
COMMANDER
COMMANDER


Jumlah posting: 1456
Join date: 20.10.10
Age: 20
Lokasi: Lamongan
Pisces Dog

PostSubyek: Re: Bab II Sistem Pencernaan [Analogi Fisiologi]   20th September 2012, 12:39 pm

2.3.4 Lambung
(Gaster)


Merupakan bagian dari
saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama didaerah epigaster,
lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubungan dengan osofagus melalui orifisium pilorik,
terletak di bawah diapragma didepan pankreas dan limpa, menempel disebelah kiri
fuundus utreri.






[center]
[/center]





2.3.4.1Bagian bagian lambung
regia - regia lambung terdir dari :


a. Fundus
ventrikuli
, bagian yang meennjol keatas terletak
sebelah kiri osteum kardium dan biaaa penuh berisi gas



b. Korpus
ventrikuli
, setinggi osteum kardium, suatu lekukan
pda bagan bawah kurvantura minor.



c. Antrum
pilorus
, bagian lambung berbentuk tabung
mempunyai otot yang tebal membentuk spinter pilorus.



d. Kurvantura
minor
, terdapat sebelah kanan lambung
terbentang dari osteum kardiak sampai ke pilorus.



e. Kurvantura
mayor
, lebih panjang dari kurvantura minor
terbentang dari sisi kiri osteum kardiakum melalui vundus vertikuli menuju
kekanan sampai ke pilorus inferior. Ligamentum gastro lienalis terbntang dari
bagian atas kurvatura mayor sampai ke limpa.



f.
Osteum kardiakum,
merupakan tempat dimana sofagus bagia abdomen masuk ke lambung. Paa bagian i
terdaat orifisim pilorik.






2.3.4.2
Fungsi lambung


a. Menampung makanan menghancurkan dan
menghaluskan makaan oleh peristaltik lambung dan getah lambung



b. produksi
kimus
, aktivitas lambung mengakibatkan
terbentuknya kimus (massa homogen dari bolus) dan mendorongnya kedaam duodenum



c. Digesti
protein
, lamung memulai digesti protei melalui
sekresi tripsin dan asam klorida



d. Produksi
mucus
, mucus yang dihasilkan dari kelenjar
membentuk barier setebal 1 mm utuk melindungi lambung terhadap aksi penernaan
dari sekresinya sendiri.



e. Produksi
faktor intrinsik
, yaitu glikoprotein yang di
sekresi selparietal dan vitamin b12 yang didapat dari makanan ya dierna
dilambug yang terikat pada faktor intrinsik.



f. Absorbsi,dilambung
hanya terjadi absorpsi nutrien sdikit.






2.3.4.3
Getah cerna lambung


Getah cerna lambung
yang dihasilkan adalah:



a.
Pepsin


fungsinya, memecah putih telur
menjadi asam amino (albumin dan pepton)



b.
Asam garam atau Asam Klorida(HCl)


fungsinya mengasamkan makanan,
sebagai anti septik dan desinfektanan membuat suasana asa pada pepsinogen
sehingga menjadi pepsin.



c.
Renin


fungsinya sebagai ragi yang
membekukan susu dan membentuk kasein dan kasenogen (kasinogen dan protein susu)






d.
Lapisan
lambung



jumlahnya sedikit yang memecah
lemak menjadi asam lemak yang merangsang getah lambung.


















2.3.4.4
Digesti dalam lambung


a.
Digesti
protein



Pepsinogen yang diekskresi oleh
chief diubah menjadi pepsin oleh asam klorida yan disekresioleh sel
parietal.ppsin menghidroisis protein
menjadi polipeptida. Dan pepsin adalah enzim yang hanya be
kerja dengan PH di bawah
5.






b.
Lemak



Enzim lipase yang disekresi oleh
sel chief meghidrolisis lemak susu menjadi asam lemak dan giserol, tetapi
aktivitasya terbatas dalam kadar PH yang rendah
.





c.
Karbohidrat


Enzim amilase dalam saliva yang
menghidrolisis zat tepung bekera pada PH netral.









2.3.4.5
Kendali pada pengosongan Lambung


Pengosongn lamung dimulai secara
reflek pada saat pergangan lambug,pelepasan gastrin, kekentalan kimus dan jeis
makanan karbohidrat dapat masuk lebih cepat, protein lebih lambat da lemat
tetap dalam lambung dan oleh reflek umpan balik entero gastrik dari duodenum,
faktor inilah (hormon dan syaraf) yang mencegah terjadinya pengisian yang
berlebihan pada usus yang memberikan waktu yang lebih lama untuk digesti dalam
usus halus. Sinyal umpan balik memungknkan kimus memasuki usus halus pada
kecepatan tertentu sehingga dapat di proses.









2.3.4.6
Kendali ragsangan makan


Rasa makanan merangsang sekresi
lambug karena krja syaraf sehingga menimbulkan rangsagan kimiawi yang
menyebabkan dinding ambng melepaskan
hormon yang diebut sekresi getah lambung. Getah lambug dihaagi oleh sistem
syaraf sipatis yang dapat terjadi pada waktu gangguan emosi seperti marah dan
rasa takut.






























2.3.5
Usus
Halus


2.3.5.1
P
engertian


Usus
Halus
adalah saluran pencernaan diantara lambung dan usus
besar, yang merupakan tuba terilit yang merentang dari sfingter pylorus sampai
katub ileosekal, tempatnya menyatu dengan usus besar.






2.3.5.2
Susunan usus halus


a. Duodenum


Organ
ini juga disebut dengan usus 12 jari pajangnya 25 - 30 cm, berbentuk sepatu
kuda melengkung kekiri pada lengkungan ini terdapat pancreas yang menghasilka
amilase yang berfungsi mencerna hidrat arang menjadi disakarida. Duodenum merupakan bagian yang terpendek dari usus
halus
.





b. Yeyenum


Yeyenum adalah
bagian kelanjutan dari duodenum yang panjang nya kurang lebih 1 – 1,5 m
.





c. Ileum


Ileum merentang sampai menyatu
dengan usus besar dengan panjang 2 – 2,5 m. Lekukan yeyenum dan ileum melekat
pada dinding abdomen posterior dengan perantaraan lipatan peritonium yang
berbentuk kips dikenal sebagai mesenterium. Ujung bawah ileum berhubungan
dengan sekum dengan perantaraan lubang yang bernama orifisiumIleoseiali, orifisium ini diperkuat oleh sprinter, ileoseikalis dan pada bagian ini terdapat katup valvula seikalis atau valvula
baukini
yang berfungsi untuk mencegah caira dalam kolon asendens tidak
masuk kembali ke ileum.






Mukosa usus halus, yaitu permukaan epitel
yang sangat luas melalui lipaan mukosa dan mikrovilli
memudahkan pencernaan dan absorpsi,
liptan ini dibentuk oleh mukosa dan sub mukosa yang memperbesar permukaan usus.
Pada penampang melintang vili dilaisi oleh epitel an kripta yang menghasilkan
bermacam-macam hormon jaringan dan enzim yang memegang peranan aktif dalam
pencernaan.


















2.3.5.3
Gerakan Usus Halus


Pergerakan usus
halus dipicu oleh peregangan dan secara reflek dikendalikan oleh sistem syaraf
otak.



Gerakan usus halus antara lain :


a.
Segmentasi irama


b.
Peristalsis


c.
Gerakan pendulum/ayunan





2.3.5.4
Fungsi usus halus


a.
Menerima
zat-zat makanan yang sudah dicerna untuk diserap melalui kapiler-kapiler darah
dan saluran-saluran limfe dengan proses sebagai berikut:



~ menyerap protein dalam bentuk
asam amino



~ karbohidrat diserap dalam bentuk
monosakarida



b.
Secara
selektif mengabsorpsi produk digesti dan juga air, garam dan vitamin.






2.3.5.5
Kelenjar yang dihasilkan usus halus


Di dalam usus
halus terdapat kelenjar yang menghasilkan getah usus yang menyempurnakan yaitu:



a.
Enterokinase, mengaktifkan enzim
tripsinogen pancreas
menjadi tripsin yang
kemudian mengurai protein dan peptida ynag lebih kecil
.


b.
Aminopeptidase,tetrapeptidase dan
dipeptidaseyang mengurai peptida menjadi asam
amino bebas
.



c.
Amilase usus yang menghidrolisis zat
tepung menjadi disakarida (maltosa, sukrosa dan laktosa
.)


d.
Maltase, isomaltase, laktase dan
sukraseyang memecah disakarida maltosa, laktosa, dan sukrosamenjadi monosakarida
.


e.
Lipase usus yang memecah monogliseridamenjadi asam lemak dan
gliserol
.


f.
Erepsin, menyempurnakan
pencernaan protein menjadi asam amino.



g.
Laktase, mengubah laktase
menjadi monosakarida.



h.
Maltosa, mengubah maltosa
menjadi monosakarida.



i.
Sukrosa, mengubah sukrosa
menjadi monosakarida.
























2.3.5.6
Absorpsi makanan


Makanan yang
telah dicerna oleh berbagai getah pencernaan yaitu ludah, getah lambung,getah
pancreas, dan sukus enterikus menjadi bentuk yang sederhana (protein menjadi
asam amino, lemak menjadi gliserol dan asam lemak, karbohidrat menjadi
monosakarida). Akhirnya siap untuk diabsorpsi didalam usus halus melalui dua
saluran yaitu pembuluh kapiler darah dan saluran limfe divili usus halus, dan
oleh vena porta dibawah kehati untuk mengalami beberapa perubahan.



Absorpsi makanan
yang sudah dicernah seluruhnya berlangsung didalam usus halus menjadi dua
saluran yaitu pembuluh kapiler dalam darah dan slauran limfe yang berada
disebelah dalam permukaan vili usus. Sebuah vilus berisi lakteal, pembuluh
darah epitelium dan jaringan otot yang diikat bersama oleh jaringan limfoid seluruhnya
diliputi membran dasar dan ditutupi oleh epitelium.



Jalur dalam
absorpsi, di usus halus melalui jalur absortif, yaitu produk-produk seperti
monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol, juga air, elektrolit,
vitamin dan cairan pencernaan diabsorpsi menembus membran sel epitel duodenum
dan yeyenum. Hanya sedikit yang berlangsung dileum kecuali dam garam empedu dan
vitamin B12
.










































































2.3.6
Hati (Hepar)





Organ yang
paling besar didalam tubuh kita, warnanya coklat dan beratnya 1500 kg. Letaknya
dibagian atas dalam rongga abdomen sebelah kanan bawah diafragma. Hepar
terletak di quadran kanan atas abdomen, dibawah diafragma dan terlindungi oleh
tulang rusuk (costae), sehingga dalam
keadaan normal (hepar yang sehat tidak teraba). Hati menerima darah
teroksigenasi dari arteri hepatica dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi
kaya akan nutrien vena porta hepatica.






2.3.6.1
Pembagian hati


Hati dibagi atas dua
lapisan utama yaitu:



a.
Permukaan atas berbentuk
cembung, terletak dibawah diafragma.






b.
Permukaan
bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura
tranfersus
dan fisura longitudinal yang
memisahkan belahan kanan dan kiri dibagian atas hati, selanjutnya hati dibagi
empat belahan yaitu lobus kanan, lobus kiri, lobus kaudata dan lobus quadratus.






[center]
[/center]


























2.3.6.2
Pembuluh darah pada hati


Hati mempunyai dua jenis peredaran
darah yaitu:



a.
Arteri hepatica


Arteri
hepatica

yang keluar dari aorta dan memberi 80 % darah pada
hati, darah ini mempunyai kejenuhan 95 – 100% masuk ke hati akan membentuk
jaringan kapiler setelah bertemu dengan kapiler vena, akhirnya keluar sebagai
vena hepatica.



b.
Vena porta


Vena porta yang terbentuk dari
lienalis dan vena mesentrika superior menghantarkan 20 % darahnya ke hati.darah
ini mempunyai kejenuhan 70 % sebab beberapa O2 telah diambil oleh limfe dan
usus,guna darah ini membawa zat makanan ke hati yang telah diabsorbsi oleh
mukosa dan usus halus.
Darah berasal
dari vena portal bersentuhan erat dengan sel hati dan setiap lobules disaluri
oleh sebuah pembuluh sinusoid darah atau kapiler hepatika. Pembuluh darah halus
berjalan diantara lobules hati disebut vena interlobular.









2.3.6.3 Fungsi Hati


Hati juga
berfungsi sebagai tempat utama untuk biotransformasi vitamin dan bentuk aktif
vitamin tersebut. Pada pasien dengan penyakit hati kronis atau sirosis akan
mengalami penurunan kadar vitamin dalam serum secara signifikan, terutama
vitamin yang larut lemak. Selain itu juga terjadi penurunan pada niasin,
vitamin B12, asam folat, dan vitamin B6 (John B. Watkins dan Mark S. Glassman,
1985). Menurut Yast Husadha (1996), fungsi hati dibagi menjadi empat macam,
diantaranya adalah :




1. Fungsi pembentukan dan ekskresi empedu.



Hal ini merupakan fungsi utama hati.
Hati mengekskresikan sekitar satu liter empedu setiap harinya. Unsur utama
empedu adalah air (97%), elektrolit, garam empedu, fosfolipid, kolesterol, dan
pigmen empedu.






2. Fungsi metabolik
Hati memegang peran penting pada metabolisme karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan juga memproduksi
energi dan tenaga. Parakrama Chandrasoma dan Clive R. Taylor (1994) menjelaskan
sebagai berikut :






A. Metabolisme lemak
Asam lemak bebas dari jaringan adiposa dan asam lemak rantai sedang atau pendek yang diserap di usus
diangkut ke hati. Trigliserida, kolesterol, dan fosfolipid disintesis di hati
dari asam lemak dan berikatan secara kompleks dengan protein akseptor lemak
spesifik membentuk lipoprotein berdensitas sangat rendah (very low density
lipoprotein, VLDL) yang memasuki plasma. Hati juga terlibat dalam proses
metabolism lipoprotein berdensitas intermediet dan rendah.






B. Metabolisme karbohidrat
Hati merupakan sumber utama glukosa plasma. Setelah makan, glukosa diperoleh
dari absorpsi usus. Pada keadaan puasa, glukosa didapat dari glikogenolisis dan
glukoneogenesis di dalam hati. Hati merupakan tempat penyimpanan utama glikogen
dalam tubuh. Bila terjadi defisiensi glukosa, hati memetabolisme asam lemak
menjadi badan keton, yang berperan sebagai sumber energi alternatif untuk
berbagai jaringan.






C. Metabolisme protein
Sebagai tambahan bagi fungsi sintesisnya, hati adalah organ utama untuk
katabolisme protein dan sintesis urea. Urea disekresi oleh hati ke dalam plasma
untuk diekskresi melalui ginjal.









3
Fungsi pertahanan tubuh
Fungsi pertahanan tubuh ini terdiri dari fungsi detoksifikasi dan fungsi perlindungan. Hati berperan penting
dalam mendetoksifikasi senyawa nitrogen beracun yang berasal dari usus serta
berbagai obat dan bahan kimia (Parakrama Chandrasoma dan Clive R. Taylor,
1994).






4
Fungsi vaskular hati
Setiap menit mengalir 1200 cc darah portal ke dalam hati melalui sinusoid hati,
seterusnya darah mengalir ke vena sentralis dan dari sini menuju ke vena
hepatika untuk selanjutnya masuk ke dalam vena kava inferior. Pada orang dewasa
jumlah aliran darah ke hati diperkirakan mencapai 1500 cc tiap menit.















Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jovian.yours.tv
ADMIN
COMMANDER
COMMANDER


Jumlah posting: 1456
Join date: 20.10.10
Age: 20
Lokasi: Lamongan
Pisces Dog

PostSubyek: Re: Bab II Sistem Pencernaan [Analogi Fisiologi]   20th September 2012, 12:40 pm







2.3.6 Kandung Empedu





[center]


[/center]


2.3.6.1 Pengertian


Kantung
empedu
atau kandung
empedu
(Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah pir
yang dapat menyimpan sekitar 50 ml cairan empedu yang dibutuhkan tubuh untuk
proses pencernaan. Pada manusia, panjang kantung empedu adalah sekitar 8-12 cm berisi
60 cm3 dan berwarna hijau gelap - bukan karena warna jaringannya,
melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan
dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.






2.3.6.1.1
Anatomi Manusia:
Kantong empedu adalah sistem
berongga yang letaknya persis di bawah hati. Pada orang dewasa, kantung
empedu berukuran sekitar 8 cm panjangnya dan dengan diameter 4cm ketika
sepenuhnya buncit . Organ ini dibagi menjadi tiga bagian: fundus, tubuh dan
leher. Leher meruncing dan terhubung ke pohon empedu melalui duktus sistikus,
yang kemudian bergabung dengan duktus hepatik yang menjadi saluran empedu. Pada
leher kandung empedu terdapat lipatan mukosa yang disebut kantong Hartmann, di
mana batu empedu umumnya terjebak. Sudut kandung empedu terletak antara batas
kosta dan margin lateral otot rektus abdominis.























2.3.7.1.2 Anatomi mikroskopis:
Lapisan yang berbeda dari kantong
empedu adalah sebagai berikut:



·
Epitel, lembaran tipis dari sel-sel terdekat ke bagian dalam
kantong empedu



·
Lamina propria, lapisan tipis jaringan ikat longgar (epitel
ditambah propria lamina bentuk mukosa)



·
Ini, muskularis lapisan jaringan otot halus yang membantu
kontrak kandung empedu, empedu menyemprotkan ke dalam saluran empedu



·
Para perimuscular ("sekitar otot") jaringan
fibrosa, lapisan lain dari jaringan ikat



·
Para serosa, yang meliputi luar dari kandung empedu yang
berasal dari peritoneum, yang merupakan lapisan rongga perut




Tidak seperti tempat lain di dalam
saluran usus, kandung empedu tidak memiliki mukosa muskularis.






2.3.7.2 Fungsi Kandung Empedu:






·
Bila makanan yang mengandung lemak masuk ke saluran
pencernaan, merangsang sekresi cholecystokinin (CCK). Merespon CCK, kantong
empedu manusia dewasa, yang menyimpan sekitar 50 mililiter cairan empedu,
melepaskan isinya ke duodenum. Cairan Empedu, awalnya diproduksi di hati,
membuat emulsi lemak dalam makanan dicerna sebagian. Selama penyimpanan di
kantong empedu, empedu menjadi lebih terkonsentrasi yang meningkatkan potensi
dan mengintensifkan efeknya pada lemak. Pada tahun 2009 menunjukkan bahwa
kantong empedu dibuang dari pasien diperlihatkan beberapa hormon pankreas
termasuk insulin. Ini mengejutkan karena sampai saat ini, dianggap bahwa
insulin hanya diproduksi di pankreas β-sel. Studi ini memberikan bukti bahwa
β-seperti sel memang terjadi di luar pankreas manusia. Para penulis berpendapat
bahwa sejak kandung empedu dan pankreas yang berdekatan satu sama lain selama
perkembangan embrio, ada potensi luar biasa dalam derivasi sel progenitor
endokrin pankreas dari kantong empedu manusia yang tersedia setelah
kolesistektomi.






·
Sebagai persediaan getah empedu dan membuat getah
empedu menjadi kental.












2.3.7.3 Komposisi Getah Empedu


Getah empedu adalah suatu cairan
yang dihasilkan oleh sel-sel hati jumlah setiap hari dari setiap orang
dikeluarkan 500-1000 ml sehari yang diguanakan untuk mencerna lemak 80% dari
getah empedu pigmen (warna) hormon insulin (hormone yang merubah gula) dan zat
– zat lainnya.,sekresinya berjalan terus menerus,jumlah produksinya meningkat
sewaktu mencerna makanan yang berlemak.



Empedu berwarna kuning kehijauan yang
terdiri dari 97% air, pigmen empedu dan garam – garam empedu.






2.3.7.3.1 Pigmen Empedu


Pigmen empedu terdiri dari bilirubin & biliverdin (dalam garam
empedu; hasil perombakan sel-sel darah merah yang telah tua; diangukut
oleh darah menuju ginjal untuk dibuang bersama urin).





Pigmen Biliverdin ini
merupakan hasil penguraian hemoglobin (hb) yang dilepas dari sel darah merah
terdisintegrasi. Pigmen utamanya adalah bilirubin yang memberikan warna kuning
pada urine dan feses. Warna kekuningan pada jaringan (jaundice) itu terjadi
adapun penyebabnya yakni merupakan akibat dari peningkatan kadar bilirubin
darah dan ini merupakan suatu indikasi kerusakan fungsi hati, peningkatan
dekstruktif sel darah merah, atau obstruktif duktus empedu oleh batu empedu.






2.3.7.3.2
Garam - garam Empedu



Garam – garam empedu yang
terbentuk dari asam empedu yang berikatan dengan kolesterol dan asam amino.
Setelah diekskresi kedalam usus garam tersebut direabsorbsi dari ileum,
peristiwa ini disebut juga sebagai sirkulasi enterohen – patika garam empedu.






Fungsi garam empedu dalam usus halus adalah :


v Emulsifikasi Lemak


v Absorbsi Lemak


v Pengeluaran kolestero
dari tubuh










































2.3.8 Pankreas


Pankreas adalah kelenjar
terelongasi berukuran besar dibalik kurvatura besar lambung.






2.3.8.1 Kelenjar
Pankreas (Langerhans)



·
Kelenjar pankreas
merupakan sekelompok sel yang terletak pada pankreas, sehingga dikenal dengan
pulau – pulau langerhans.



·
Kelenjar pankreas
menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Insulin mempermudah gerakan glukosa
dari darah menuju ke sel – sel tubuh menembus membrane sel.



·
Di sel hati, insulin
mempercepat proses pembentukan glikogen (glikogenesis) dan pembentukan lemak
(lipogenesis).












·
Kadar glukosa yang
tinggi dalam darah merupakan rangsangan untuk mensekresikan insulin. Sebaliknya
glukogen bekerja secara berlawanan terhadap insulin.



























·
Di dalam otot glukosa
dimetabolisasi dan disimpan dalam bentuk cadangan.



·
Pengaturan kadar gula darah

















[center]Picture : Proses Pengauran Darah


[/center]


Peningkatan
glukosa darah diatas titik pasang (sekitar 90mg/100ml pada manusia) merangsang
pankreas untuk mensekresi insulin, yang memicu sel – sel targetnya untuk
mengambil kelebihan glukosa dari darah. Ketika kelebihan itu telah dikeluarkan
atau ketika konsentrasi glukosa turun dibawah titik pasang, maka pancreas akan
merespons dengan cara mensekresikan glukagon, yang mempengaruhi hati untuk
menaikkan kadar glukosa darah.






2.3.8.2 Fungsi Pankreas


Pankreas terletak di belakang lambung, melintang di belakang perut. Pankreas
merupakan organ yang mempunyai kegunaan ganda yaitu fungsi endokrin (tidak ada
saluran, hormon disekresikan langsung ke aliran darah) dan fungsi eksokrin
(punya saluran untuk menyekresikan cairan pencernaan melalui duktus
pankreatikus).






2.3.8.2.1 Pencernaan
(eksokrin)

Cairan pankreas bersifat basa dan menetralkan asam dari lambung. Getah ini
mengandung beberapa enzim yang bersifat sebagai katalis dalam pemecahan bahan
yang kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana yang kemudian diserap melalui
usus halus dan masuk ke dalam pembuluh darah.






2.3.8.2.2 Mengatur
kadar gula darah (endokrin)

Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas yang berperan dalam
pengaturan tingkat kadar glukosa darah. Glukosa merupakan energi pokok yang
digunakan oleh tubuh.

Gangguan yang disebabkan pankreas antara lain sebagai berikut.






2.3.8.2.2.1Diabetes melitus
Diabetes melitus atau dikenal dengan penyakit kencing manis adalah suatu
kondisi di mana pankreas gagal memasok insulin yang cukup untuk mengatur gula
darah (glukosa). Semakin tidak cukup insulin yang tersedia menyebabkan diabetes
semakin dapat berakibat fatal.

Komplikasi mata dan ginjal biasanya yang pertama terserang jika diabetes tidak
disembuhkan. Kondisi ini dapat terjadi pada masa anak-anak maupun dewasa.
Diabetes anak-anak lebih sukar disembuhkan dan lebih serius. Suntikan insulin
atau pemberian oral dan control diet yang keras merupakan salah satu bentuk
perawatan diabetes.






2.3.8.2.2.2 Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah kondisi di mana produksi insulin pankreas terlalu banyak
sehingga kadar gula darah menjadi rendah. Berbagai gejala akan muncul sebagai
akibat rendahnya kadar gula dalam darah. Sebagai contoh otak tidak mempunyai
bahan bakar cadangan karena tergantung dari bahan yang dipasok oleh darah.
Hipoglikemia akan mengurangi efisiensi otak. Pengatasannya dapat dilakukan
melalui pengaturan diet (makanan).



























2.3.8.3 Hasil Sekresi dan Komposisi cairan Pankreas


Cairan pancreas mengandung enzim – enzim untuk
mencerna protein, karbohidrat dan lemak.



2.3.8.3.1 Enzim Proteolitik pankreas (protease), yaitu


1.
Tripsinogen


2.
Kimotripsin


3.
Karboksipeptidase , aminopeptidase dan dipeptidase


2.3.8.3.2
Lipase Pankreas



2.3.8.3.3
Amilase Pankreas



2.3.8.3.4
Rribonuklease
dan deoksiribonuklease
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jovian.yours.tv
ADMIN
COMMANDER
COMMANDER


Jumlah posting: 1456
Join date: 20.10.10
Age: 20
Lokasi: Lamongan
Pisces Dog

PostSubyek: Re: Bab II Sistem Pencernaan [Analogi Fisiologi]   20th September 2012, 12:40 pm

2.3.9 Usus Besar


2.3.9.1 Pengertian


Usus besar atau kolon dalam anatomi
adalah bagian usus antara usus buntu dan
rektum.
Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada
mamalia,
kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse),
kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari
usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan "kolon
kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan "kolon
kiri".



2.3.9.2 Fungsi Usus Besar


v Menyerap air dan elektrolit 80 % sampai 90
% dari makanan dan mengubah dari cairan menjadi massa



v Tempat tinggal sejumlah bakteri koli
(misalnya :
escherichia
coli) , yang mampu mencerna sejumlah kecil
selulosa dan memproduksi sedikit kalori nutrient bagi tubuh dalam setiap hari



v Memproduksi vitamin antara lain vitamin K,
ribovlafin dan tiamin serta berbagai gas



v Penyiapan selulosa yang berupa hidrat arang
dalam tumbuh – tumbuhan, buah – buahan dan sayuran hijau


















2.3.9.3 Anatomi


Secara makroskopis usus besar dapat dibagi menjadi enam
bagian, yaitu sekum, kolon asenden, kolon transversus, kolon desenden, sigmoid,
dan rektum. Keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis. Karakteristik
utama pada sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti usus
halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk tubuli sederhana, tidak
memiliki sel granuler asidofilik (sel Panneth), dan memiliki jumlah nodul
limfatik yang banyak.


Gambaran histologis usus besar secara umum yaitu
mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan lebih lurus pada tunika mukosa
dibandingkan dengan usus halus. Epitel usus besar berbentuk silinder dan
mengandung jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus Lamina propria usus besar terdiri atas jaringan
ikat retikuler dan nodulus limfatikus. Seperti pada usus halus, tunika
muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan sirkular sebelah dalam
dan lapisan longitudinal sebelah luar.Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat
longgar, lemak, dan pleksus Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa terdapat
tunika muskularis eksterna dan tunika serosa. Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium
dan jaringan ikat subserosa.


2.3.9.4 Defekasi


2.3.9.4.1 Pengertian


Buang air besar (biasanya disingkat
menjadi BAB) atau defekasi adalah suatu tindakan atau proses makhluk
hidup untuk membuang kotoran atau tinja yang padat atau setengah-padat yang
berasal dari sistem pencernaan mahkluk hidup. Manusia dapat melakukan buang air
besar beberapa kali dalam satu hari atau satu kali dalam beberapa hari. Tetapi
bahkan dapat mengalami gangguan yaitu hingga hanya beberapa kali saja dalam
satu minggu atau dapat berkali-kali dalam satu hari, biasanya gangguan-gangguan
tersebut diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak benar dan jika dibiarkan dapat
menjadi masalah yang lebih besar.


2.3.9.4.2 Komposisi


Setiap harinya, seseorang
membuang tinja seberat 125 – 250 gram tinja/feses. Secara normal feses
berbentuk tetapi lembut dan mengandung air sebanyak 75% jika seseorang mendapat
intake cairan yang cukup, sedangkan 25% lagi adalah bagian padat yang tersusun
atas 30% bakteri mati, 10-20% lemak, 10-20% bahan inorganic, 2-3% protein, dan
30% serat-serat makanan yang tidak dicerna dan unsur-unsur kering dari getah
pencernaan, seperti pigmen empedu dan sel-sel epitel yang terlepas.


Warna coklat dari feses
disebabkan oleh sterkobilin dan urobilin, yang berasal dari bilirubin. Bau
feses terutama disebabkan oleh produk kerja bakteri; produk ini bervariasi dari
satu orang ke orang lainnya, bergantung pada flora bakteri kolon masing-masing
orang dan pada jenis makanan yang dimakan. Produk yang benar-benar mengeluarkan
bau meliputi indol, skatol, merkaptan, dan hidrogen sulfida.


Ada 4 kandungan tinja yang
cukup membahayakan kesehatan manusia, yaitu :
1. Mikroba


Sebagian di antaranya merupakan mikroba patogen
seperti, bakteri Salmonela Typhi (penyebab demam tifus), bakteri Vibrio
Cholerae (penyebab kolera, hepatitis A, dan polio). Tinja manusia mengandung
puluhan miliar mikroba, termasuk bakteri koil-tinja.


2. Materi Organik


Sebagian merupakan sisa dan ampas makanan yang
tidak tercerna. Dapat berbentuk karbohidrat, protein, enzim, lemak, mikroba, dan
sel-sel mati. Satu liter tinja mengandung materi organik yang setara dengan 200
– 300 mg BOD5.


3. Telur Cacing


Orang yang cacingan, akan mengeluarkan tinja
yang mengandung telur-telur cacing. Banyak cacing yang bisa ditemukan di perut
kita. Sebut saja, cacing cambuk, cacing gelang, dan cacing tambang. Satu gram
tinja berisi ribuan telur cacing yang siap berkembang biak di perut orang lain.


4. Nutrien


Umumnya merupakan senyawa nitrogen dan fosfor
yang dibawa sisa-sisa protein dan sel-sel mati. Nitrogen keluar dalam bentuk
senyawa amonium, sedang fosfor dalam bentuk fosfat. Satu liter tinja manusia
mengandung amonium sekitar 25 mg dan fosfat sebesar 30 mg.















2.3.10 Peritoneum


2.3.10.1 Pengertian


Peritoneum
adalah suatu membrana serosa yang tipis, halus dan mengkilat, terletak pada
facies interna cavum abdominis. Secara umum, dibagi menjadi peritoneum
parietale, peritoneum viscerale, dan cavum peritonei. Peritoneum viscerale
adalah yang membungkus permukaan organ abdominal, peritoneum parietale adalah yang
menutupi dinding abdomen dari dalam rongga abdomen, sedangkan cavum peritonei
adalah rongga yang terletak di antara kedua lapisan tersebut dan mengandung
cairan sereus.Peralihan peritoneum parietale menjadi paritoneum viscerale
(reflexi peritoneum) dapat berupa lipatan (plica), lembaran (omentum), atau
alat penggantung viscera.



2.3.10.2 Fungsi Peritoneum


1. Menutupi sebagian dari organ abdomen dan
pelvis


2. Membentuk pembatas yang
halus sehinggan organ yang ada dalam rongga peritoneum tidak saling bergesekan


3. Menjaga kedudukan dan
mempertahankan hubungan organ terhadap dinding posterior abdomen


4. Tempat kelenjar limfe dan
pembuluh darah yang membantu melindungi terhadap infeksi.


Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://jovian.yours.tv
 

Bab II Sistem Pencernaan [Analogi Fisiologi]

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 ::  :: -